Urus saja hidupmu (sendiri)

Hidup memang perkara hubungan sosial. terjadi komunikasi antar sesama. Namun apa dibenarkan kita terlalu mencampuri urusan orang lain? berbicara manis di depan menusuk di belakang? seperti drama korea. Sudah saatnya sebagai manusia dewasa, kita fokus pada apa yang yang dihadapi oleh diri sendiri. bukannya ikut komentar dengan apa yang dihadapi orang lain. Akan memperburuk suasana. Sudahlah, ihklaskan.

Semakin dewasa harusnya kita lebih “wise” dalam melihat setiap sisi perilaku manusia dan tindak tanduknya. karena dunia ini unik, orang punya keinginan dan standar masing-masing. Tidak jaman lagi untuk orang bisa disetir sana-sini. Pun bagi orang yang sering dirundung duka karena omongan orang lain. Tidak perlu memikirkan hal-hal yang orang lain bicarakan jika justru hal itu akan menjadikan diri tidak lebih baik. Intinya kita pasti tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang.

Sudah berhati-hati pun jika orang lain tidak suka, pasti tetap dicari-cari masalahnya. Kenapa tidak bicara yang bagus saja? sebenarnya apa sih yang didapat jika ngomongin keburukan orang? Apa yang ingin dicapai dengan menjatuhkan orang lain? Positiflah mumpung masih hidup. Sembari menunggu ajal menjemput, bukannya banyak-banyak ibadah kan?. Oiya, Berdiri di lingkungan yang toxic akan membuat virus tersebut masuk secara perlahan, tanpa sadar ke diri sendiri, jika tidak kuat Iman. Kamupun akan ikutan.

Kalau sudah begini, jika belum mampu melepaskan jeratan toxicnya. saya sangat setuju dengan ungkapan jangan pernah sekali-kali berharap pada manusia. Kita punya Allah Swt. Jadikan Sholat dan Sabar sebagai penolongmu. Dan diam lebih baik daripada berkata sia-sia.

Jadi pengen baca bukunya Mark Manson “Sebuah seni untuk bersikap bodo amat” -pendekatan yang waras demi menjalani hidup yang baik- yang belum sempat kebeli sampe penghujung 2019 ini.

Selamat hari sabtu, selamat berlibur dan berkumpul bersama keluarga. 🙂

Pic Souce

Share this