Kena Covid? Gimana rasanya

Statement pertama yang akan saya sampaikan adalah Covid19 ini nyata, bukan hoax dan karangan negara asing belaka buat jualan vaksin. Sudah banyak testimoni orang-orang, jadi mohon ketat protokol, kita gak tau darimana tertular, dari siapa, kapan, dimana, karena virusnya gak keliatan, jadi serba susah. Saya sudah merasakan gimana gak enaknya saat kena dan konsumsi obat buat memperingan gejalanya.

Sebelum saya terkonfirmasi positif, saya mengantarkan ibu mertua yang memiliki gejala meriang, flu dan batuk berat untuk swab PCR di Lab cito pada hari senin tanggal 3 mei 2021 malam hari, untuk konfirmasi karena hasil antigen ibu yang positif. di hari senin tersebut saya belum memiliki gejala apapun dan masih sehat.

Sepulang dari Cito, jam 09 malam badan mulai terasa demam, tidur tidak nyenyak. Jam 03.00 dinihari selasa tanggal 04 saya masih sahur seperti biasa. dilanjut sholat subuh dan istirahat lagi. Jam 07 pagi demam masih ada dan sedikit pusing, saya putuskan sebelum berangkat kantor untuk periksa ke faskes 1 BPJS Mardi Mulya VI Manyaran. Hasil pemeriksaan demam saya sampai 38.5, dikasih obat dan rekomendasi untuk istirahat tidak masuk kerja. Setelah ijin sesuai SOP melalui aplikasi internal perusahaan. saya kembali kerumah, dan inisiatif antigen di klikita Manyaran, hasil bisa diketahui langsung dan Positif. Serumah konfirm 2 orang positif swab antigen. saya langsung lapor ke puskesmas, dan ditarik ke rumah dinas walikota semarang di jl abdul rahman saleh untuk isolasi sore itu juga. Sedangkan Ibu mertua, hasil swab PCR dari Cito terkonfirmasi di sore hari Positif, karena sudah sepuh, beliau isolasi mandiri dirumah.

Isolasi di Rumah Dinas Walikota Semarang

Swab antigen positif, sore hari selasa tanggal 04 mei 2021 saya sudah berada di rumah dinas walikota semarang. selesai pendaftaran jam 04 sore, kami dengan beberapa orang serombongan yang masuk pada hari itu diarahkan ke barak di luar rumah dinas terlebih dahulu, karena gantian untuk kamar masih dalam tahap pembersihan yang sudah keluar pada hari tersebut. Setelah magrib, kami dikumpulkan kembali untuk pembagian makan dan kamar untuk isolasi di dalam rumah dinas.

Keluarga lain dirumah bagaimana? saat ini serumah ada 7 orang . Ibu Mertua (+ PCR) Saya, Istri, Anak. Kakak dari Istri (perempuan), Suaminya, dan anaknya di hari rabu semua Swab PCR di RS Kariadi karena kakak istri dan suami bekerja di RS Kariadi. Konfirmasi SWAB Kariadi pada hari tersebut semua positif, kecuali anak saya. maka dilakukan swab konfirmasi lanjutan untuk anak saya hari berikutnya, hasilnya berubah jadi positif. kesimpulannya, Kami semua 7 orang Positif Covid19 serumah, dan dilakukan isolasi mandiri. Saya masih lanjut isolasi di rumah dinas sampai negatif.

 

Gejala yang kami rasakan

Ibu mertua : meriang badan tidak enak, flu, batuk

saya : demam, pilek, susah tidur, batuk, pusing, sempat diare, makanan jadi asin / pedas banget, mual

istri : pusing, flu, diare

anak (usia 3th) : tanpa gejala, sempat hangat badan sehari

pakde : meriang, sempat sakit flu, batuk

budhe : tanpa gejala awal, flu batuk, merasa dingin setelah PCR konfirm positif

ponakan (usia 6th) : tanpa gejala

kami lapor ke RT, dan selalu koordinasi dengan puskesmas. mendapatkan obat dari puskesmas serta vitamin selama isolasi.

Di Rumah Dinas Walikota, makan rutin sehari 3x dengan menu disesuaikan dengan pasien, bisa request untuk orang yang ada alergi makanan tertentu, nasi / bubur, menu lengkap karbo, sayur, protein, jus / buah dengan gizi yang mencukupi. untuk yang puasa disediakan juga menu sahur, dan berbuka bareng dengan makan malam untuk pasien yang tidak puasa. Saat itu, karena kondisi yang belum memungkinkan saya memilih untuk tidak berpuasa untuk mempercepat proses penyembuhan. Disana ada puluhan kamar yang disediakan. fasilitas toilet portable di barak dan di dalam rumah dinas, sehingga mungkin untuk beberapa orang kurang nyaman karena spacenya kecil.

 

Toilet Rumah Dinas Walikota
Ilustrasi toilet

Fasilitas lain yang diberikan untuk menunjang kesembuhan pasien berupa sarana olahraga, peregangan dan motivasi tiap pagi dan sore. Swab PCR tiap 2hari sekali. Support tim dokter dan perawat untuk pasien yang bergejala berupa konsultasi obat dan penanganan medis. cek saturasi bisa dilakukan secara mandiri di ruang utama dan lapor ke nomor Whatsapp CS. Selain itu ada 2 buat TV layar lebar, olahraga catur dan tenis meja. dimasing-masing kamar tersedia kasur, meja loker dengan kunci, colokan, saklar lampu per kamar, dengan pintu korden biasa. Laundri pakaian gratis dengan memberikan informasi nama dan nomor kamar di plastiknya menggunakan Spidol.

Kondisi kamar barak
Kondisi kamar utama
Saturasi oksigen tidak normal
Toilet di barak
Barak sebelum ke kamar utama
Olahraga dan PCR Tiap 2 hari
Menu Makan
Menu Makan

Untuk keluarga yang ingin mengirimkan paket juga bisa mudah dengan cukup menitipkan ke pos satpam disertai informasi nama dan nomor kamar, untuk peralatan pribadi yang habis jadi bisa tercover dengan pengiriman melalui gosend dan akan segera diumumkan oleh petugas melalui pengeras suara.

Negatif COVID19

surat positif covid

Setelah 8 hari isolasi, minum obat dan vitamin rutin setiap hari, gak bisa tidur karena pilek tiap malem, mual makanan tidak bisa masuk rasanya jadi gak karuan sampe berat badan turun 8kg, tapi tetep dipaksa masuk walaupun sedikit buat minum obat. pusing yang kadang datang tiba-tiba. pada swab ke 4 tanggal 11 mei saya dinyatakan Negatif. Pagi sebelum pulang saturasi sempat di angka 92 (normalnya 95-100) dari perawat menyarankan untuk latihan pernafasan dada, malamnya dicek sudah normal kembali. Syukur Alhamdulillah, gejala yang tersisa tinggal batuk kering. sampai sekarang juga terkadang tenggorokan masih gatal, mohon doanya agar bisa segera sembuh total.

Setelah mendapat surat negatif, saya segera lapor ke puskesmas dan melanjutkan istirahat di rumah, Sampai libur lebaran. Tanggal 17 Mei 2021, berbekal surat dari rumah dinas yang sudah dilaporkan juga ke RT. saya mulai masuk kerja dan beraktifitas seperti biasa dengan protokol kesehatan. Untuk gejala yang tersisa saat ini, dokter puskesmas menyarankan untuk sering berjemur di pagi hari, disertai olahraga untuk mempercepat proses penyembuhan. sementara anggota keluarga yang lain, juga sudah mendapatkan surat dari puskesmas yang menyatakan status selesai isolasi pasien terkonfirmasi per tanggal 25 mei 2021.

Kami tetap harus menjaga kondisi kesehatan dan lingkungan, serta tetap mematuhi protokol kesehatan ketat dengan melakukan jaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan tidak keluar jika tidak perlu.

Jangan sepelekan, ini nyata. Salam sehat selalu. 😉

Share this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *