9 summers 10 autumns

Perhatian: Nonton film ini dulu, sebelum turun dari Bioskop.
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=FrpC3TtuQfk]

ini film tentang perjuangan, ketabahan, harapan, dan kegigihan seorang anak lanang satu-satunya yang biasa dipanggil keluarga “bayek”. bayek hidup di rumah kecil bersama bapak, ibu, kakak dan adik yang semuanya perempuan. hidup di zona kemiskinan membuat bayek malu, minder, penakut. berbeda dengan apa yang diharapkan bapak terhadap bayek agar menjadi anak lanang yang kuat, keras, dan bertanggung jawab terhadap keluarga nantinya.

di beberapa adegan menampilkan pertarungan batin seorang bapak yang berusaha mendidik bayek dengan cara laki-laki. juga Ibuk yang menangis akibat pertengkaran dengan Bapak mengenai masa depan Bayek. pada intinya Bayek menginginkan perubahan untuk dirinya, untuk keluarga agar kearah yang lebih baik. terbebas dari kemiskinan, dan perjuangan-perjuangan itu terangkum dengan baik di film 9 summers 10 autumns ini.

Perasaan haru luar biasa disajikan, terlihat setelah film berakhir beberapa penonton di dekat saya menyeka air mata dengan tissue. bahkan sayapun. betapa film durasi sekitar 1:45 menit ini mampu menyihir penonton untuk ikut merasakan gejolak, derita, dan harapan-harapan besar seorang Bayek, Ibu, Bapak dan Adik-adiknya yang diperankan manis oleh setiap karakter.

Selamat menyaksikan 😉

9 summer

pic & review lain Dari Cinetariz

Share this

Komentar

  1. ayanapunya says:

    kayaknya filmnya lebih bagus dari bukunya yak

    1. airyz says:

      sama2 bagus kok mbakk 😀

  2. gadgetboi says:

    ooo ini film dari buku yang taglinenya “apple malang ke big apple” itu yah?

  3. Beyek memang menjadi pribadi yang pemberani, namun bukan seperti lelaki yang macho, dengan badan kekar, bertempramen keras, atau suka berantem. Dalam film itu digambarkan Bayek kecik adalah sosok penakut, masuk sekolah pertama kali harus ditemani ibunya. Dalam lomba nyanyi pun Bayek lari sebelum sempat mengucapkan satu syair. Ketika SMA harus menjadi kenek bapaknya pun suaranya “klemar-klemer” dalam mencari penumpang, sehingga bapaknya sering menegurnya agar lebih keras lagi. Dan ketika bekerja di Jakarta ataupun di New York Bayek pun tak berdaya melawan preman yang memalak barangnya.

  4. mesin kasir says:

    ini baru bagus

Tinggalkan Balasan ke Joanna E. Weiss Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *