Review Film Joker

joker

Film dengan plot awal yang menceritakan Arthur karakter Joker yang memiliki penyakit “ngakak” yaitu tertawa terbahak-bahak tanpa sebab. yang menjadikan dirinya bahan bullyan sejak kecil. Sampai dewasa pun, Arthur tidak dapat bersosialisasi dengan baik dengan orang sekitar. Sehingga sering menyembunyikan perasaan pada topeng badut yang jadi pekerjaannya.

Ketidakadilan, kemiskinan, kejahatan yang menjadikan gap antara si kaya dan si miskin begitu dalam. Menjadikan Arthur semakin ditindas keadaan. Melalui film ini kita juga diajak untuk mengenang alur dan cerita masa kecil Bruce Wayne si Batman, yang kedua orang tuanya dianggap sebagai perwakilan orang kaya sombong dan politikus busuk oleh sebagian orang yang disebut oleh ayah batman ini sebagai sekelompok badut.

Dendam kesumat Arthur kepada orang-orang yang tidak beriringan dengan dirinya dikhatamkan dengan rentetan pembunuhan sadis yang awalnya tidak sengaja, namun bikin nagih. Bukannya takut, tapi malah bahagia bunuhin orang. Inilah yang jadi awal gerakan protes pake topeng badung di seluruh kota Gotham menuntut keadilan yang berakhir ricuh.

Panggilan Joker sendiri disematkan Arthur saat diundang dalam sebuah acara comedy show yang maksudnya A Joker (pembuat ketawa). dimana presenter untuk acara tersebut memotong clip Arthur saat tampil di acara standup comedy yang gagal. Bisa ditebak pembunuhan sadis terjadi dan disiarkan secara live.

Mumpung masih ada di beberapa bioskop, silahkan nonton dan simpulkan sendiri. Jangan ketinggian berekspektasi dan berempati, dari segi acting Joaquin Phoenix memang cihuy. Namun anggapan film ini yang terlalu over di berbagai ulasan media malah bikin kecewa kalo gak sesuai nantinya. Ya karena masing-masing orang punya standar sendiri. :mrgreen:

Share this