Review Film Gundala

Sancaka kecil hidup dengan bayang-bayang kematian Ayah dan kepergian Ibunya yang gak pulang-pulang saat cari kerja. Kehidupan keras di jalan membuat Sancaka harus bergelut dengan luka dan peluh setiap hari. Ilmu kelahi jalanan didapat dari Awang, yang nyelametin Sancaka pas dikejer sama anak-anak pengamen berandal karena Sancaka sok jagoan mau nolongin cewek yang dibully. Pesan Awang, kalo gak mau hidupnya susah jangan ngurusin hidup orang lain.

Sancaka dari kecil takut petir, doi ngerasa kalo lagi hujan, petir selalu ngejar kemanapun dia pergi. Belum tau aja ternyata petir yang kasih kekuatan buat melawan orang-orang jahat. Makanya dinamain Gundala putra petir.

Nah pas dewasa, Sancaka jadi security di pabrik percetakan koran. buat tambah-tambah uang makan, doi terima orderan servisan elektronik di rumah. Yang sebelahan sama rumahnya Wulan, seorang pedagang di pasar yang vokal menyuarakan keadilan untuk temannya. Atas kezoliman preman yang menjadi titik balik buat Sancaka dari cuek gak ngurusin orang, sampe harus turun tangan. Sempet mau mati saat dikeroyok preman, tiba-tiba hujan turun dan petir menyelamatkan. Aneh memang, tapi yasudah namanya juga film.

Aksi-aksi silat modern pake petir dan tradisional jadi jurus utama Gundala dalam menumpas kejahatan. Acting Om Abimana begitu menjiwai peran pendekar culun yang bertransformasi jadi pahlawan super bertenaga listrik. Pengkor si penjahat yang haus akan kekuasaan dan uang sampe-sampe memanipulasi tender di pemerintahan buat memuluskan keinginannya. Membuat jaringan Anak-anak yatim yang beringas dan patuh pada Bapak angkat.

Karakter lain yang berhasil dihidupkan adalah Ki Wilawuk yang notabene merupakan karakter penjahat genre mistis dari jaman kerajaan masalalu yang tubuhnya telah terpisah dengan kepala. Dengan bantuan darah Pahlawan Sancaka, jadi karena ada darah Sancaka di tubuh Ki Wilawuk, apakah mereka menjadi dekat dan dinner bersama? Atau malah jadi benci karena watak Angkara Murka?

Tonton aja filmnya.

Oiya, Kostum handmade berwarna coklat masih dipake sampe akhir film, baru setelah ada dana lebih dari orang pemerintah yang merasa berjasa atas kebaikan Sancaka dalam menumpas kejahatan. Disuntiklah modal ventura buat dia order kostum yang lebih layak ke penjahit dan penata mode profesional. Lalu jadilah kostum seperti komiknya warna biru cerah, dengan

Share this