Review Film Captain Marvel

Tipikal film-film Marvel lainnya, dari segi cerita gak jauh dari kehidupan mahluk lain di alam semesta. Alur maju mundur dipilih untuk menggiring penonton tetap menikmati sajian dari sutradara Ryan Fleck dan Anna Boden ini. Bahkan sampai pada titik tertentu, kita akan menyadari dan bergumam “Oh, jadi gini” saat alur cerita mencapai klimaks dan terkait dengan franchise film marvel lainnya.

Carol Danvers (Brie Larson) berperan sebagai perempuan yang hilang ingatan dan dihantui masa lalu karena seorang perempuan yang sering datang ke mimpinya. Sepanjang film kita akan disuguhi perang yang apik dengan paduan laser modern ciri star wars dan pergumulan konvensinal tanpa senjata. Seiring dengan beberapa puzzle yang mulai terbuka setelah vers (panggilan saat di planet Kree) ditangkap oleh kawanan Skrulls yang memiliki ilmu untuk merubah wujud seperti jin di dunia nyata. Selain itu, kawanan yang dipimpin oleh Talos ini memiliki system untuk mengorek masalalu.

Singkat cerita Vers dikorek masalalunya karena memiliki kekuatan super yang didapat dari Tesseract saat berada di bumi dulu. Hal inilah yang membuat mereka bersitegang (Bangsa Skrulls vs Bangsa Kree vs Manusia asli) dan masuk ke wilayah Bumi untuk mendapatkan informasi dan teknologi yang sempat dikembangkan oleh sosok wanita yang sering datang ke mimpinya. Nah inilah awal mula vers bertemu dengan detektif dari S.H.I.E.L.D yang bernama Fury. Cikal bakal yang mengakomodir Avengers melawan alien nantinya.

Seperti apa keseruan film Captain Marvel menemukan masalalunya? Silahkan nonton saja, daripada kebanyakan spoiler. Oh ya, jangan pulang dulu sebelum credit scene habis. Karena seperti biasa akan ada “tambahan” sedikit di endingnya. Film ini didedikasikan untuk Stan Lee yang tetap menjadi cameo di tengah acara.

Share this